
DatumpoliticaNews.com
Minahasa Utara, 25 September 2022
Sosok Pria yang berkepribadian menarik mendekati sangat impresif, memiliki keterbukaan dan responsif terhadap setiap orang yang datang bertamu, disodori secangkir kopi atau teh panas berbagai kue dan makanan ringan tersaji diatas meja tamunya, memulai percakapan dengan menyapa tenang, mendengarkan, memperhatikan kemudian meresponnya.Itulah Pria Hendro Satrio yang dipercayakan memimpin Balai Pelaksana Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Utara ( BPJN-PROV.SULUT) DITJEND BINA MARGA KEMENPUPR RI. Awal Tahun ini sekira bulan Februari-Maret 2022 beliau (Hendro) dilantik untuk mengemban Jabatan Kepala BPJN SULUT, memang ada sedikit kesulitan beradaptasi dengan bekerja di Provinsi SULUT, namun tidak menjadi halangan beliau untuk membangun komunikasi, tidak membutuhkan waktu lama pak Hendro sudah melebihi untuk adaptasi ke Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara, Hendro Satrio begitu dilantik tiba di Suwaan Minahasa Utara dimana Kantor BPJN SULUT berada melaksanakan koordinasi dan kemudian langsung turun ke lapangan.
Adapun pada Tahun 2022 ini KEMENPUPR DITJEND BINA MARGA dalam hal ini BPJN SULUT dibawah kepemimpinan Hendro Satrio menangani 1.682,41 KM Jalan Nasional dan 841 Jembatan dengan total panjang keseluruhan Jembatan mencapai 16.137 meter.Redaksi Datumpoliticanews.com meminta sedikit pemaparan dari pak Hendro terhadap Jalan Nasional dan Jembatan yang ditkelola ditangani dan dikerjakan oleh BPJN SULUT,”Kemantapan Jalan Nasional saat ini di seluruh Provinsi SULUT secara keseluruhan mencapai 93, 53 persen, Artinya yang 6,47 persen itu yang tidak mantap atau rusak ringan dan rusak berat,”ujar pak Hendro. Lanjut Ka.BPJN SULUT panjang jalan nasional terbaru sesuai SK Menteri PUPR Nomor 430 Tahun 2022, bahwa Panjang Jalan Nasional di SULUT yakni 1.682,41 KM,sehingga dari prosentase kemantapan jalan kita sudah lebih dari angka 1.560 Kilometer Jalan Nasional dengan kondisi baik dan sedang.
hendro Satrio, menyebutkan bahwa prosentase ketidakmantapan jalan nasional tersebut dikarenakan adanya ruas jalan Nasional yang terletak di Pusat Kawasan Strategis Nasional (PKSN) Melonguane, Kabupaten Kepulauan Talaud yang berada pada kondisi rusak berat, juga perihal ruas jalan nasional yang masih tertutup tanah yaitu Ruas jalan Esang-Rainis Talaud, sekira 23,4 KM sedang ditangani pakai kontrak multiyears dengan nilai kontrak Rp.204 Miliar, Kami berharap dengan teraspalnya ruas Esang-Rainis ini per 2024 nanti, dapat meningkatkan Kemantapan Jalan Nasional di SULUT,selain itu untuk ruas jalan Nasional berstatus rusak ringan yang akan ditangani sampai 2024 mendatang yakni pada ruas jalan Maelang-Katinggola berbatasan dengan Provinsi Gorontalo serta ruas Jalan Wori ke Likupang.Ruas-ruas Jalan tersebut menggunakan jenis kontrak multiyears dari 2022 ini sampai ke 2024 nanti.Ka.BPJN SULUT berharap InsyaAllah 2024 nanti Kemantapan Jalan Nasional di SULUT semakin baik.Senantiasa berkoordinasi dengan Kasatker dan PPK yang ada di BPJN SULUT, kemudian turun langsung lapangan itu yang menjadi inisiasi luarbiasa dari seorang Hendro Satrio, ” Saya Hadir di SULUT UNTUK MEMBANGUN: bukan memperparah apalagi merusak.”Tidaklah berlebihan jika akhirnya seorang Hendro Satrio diberi predikat Sang Kesatria SANG PEMBANGUN UNTUK SULUT SEJAHTERA.
Be written by : (fp-01,UKW-3640)
Related Posts

SEHARUSNYA PT MSM-TTN DITUTUP,PROSEDUR SALAH REKLAMASI??

BBPOM SULUT MAIN KOTOR TERHADAP PENGAWASAN PBF ,KORUPSI??

RSUD MWM MENGHAYATI 81 TAHUN INDONESIA MERDEKA.MENGABDI UNTUK MASYARAKAT MINUT SEHAT

DRAG RACE MAUT KOTAMOBAGU, BERTANGGUNG JAWABKAH MEREKA????

HANDIYANA, RHISMONO,RENLY,NIXON CS,MERAMPOK UANG NEGARA??


No Responses